Jum'at, 16 Agustus 2013
Direktur Network & IT Solution Rizkan Chandra bersama Dirut Telkom Arief Yahya & Menkominfo Tifatul Sembiring
Rasa cinta yang mendalam pada Indonesialah yang menginspirasi PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) untuk menciptakan Mahakarya bagi negeri. Telkom ingin memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui pengembangan dan penyebarluasan Information and Communication Technology (ICT).
Untuk itulah, di tahun ini dalam rangka HUT Republik Indonesia ke-68, Telkom Indonesia mempersembahkan Mahakarya untuk Indonesia, diantaranya yaitu Telkomsel, Indonesia Digital Network (IDN) dan International Expansion.
Mahakarya Telkomsel
Telkomsel berhasil menjadi market leader yang dapat disejajarkan dengan operator telekomunikasi dunia lainnya dalam hal jumlah pelanggan dan penyebaran pengguna yang mencapai 125 juta serta mampu menempati peringkat 1 di Asia Tenggara dan peringkat 6 di dunia. Tentunya tidak berlebihan jika kita menyebut Telkomsel sebagai masterpiece atau mahakarya Telkom dan bangsa Indonesia.
Tahun ini, Telkomsel memberikan persembahan Mahakarya untuk Indonesia, antara lain :
Mobile Grapari untuk Indonesia, Telkomsel menyediakan layanan solusi mobile satu pintu untuk bangsa Indonesia yang ditempatkan pada wilayah terjauh dan terpencil dengan membangun 269 lokasi melalui mobile customer interactive.
Kota Broadband Indonesia, salah satu bentuk dukungan Telkomsel terhadap program pemerintah dalam menyediakan layanan broadband yang menyediakan akses informasi dan data.
Lokal Aplikasi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, bertujuan untuk memicu dan mendukung pertumbuhan pengembang aplikasi lokal dan mewujudkan “Local Go Global Apps”. Dengan begitu, diharapkan para kreatif pengembang lokal di Indonesia dapat menghasilkan aplikasi berkualitas internasional.
Melalui mahakarya tersebut, Telkomsel ingin memberikan jangkauan layanan yang mencakup seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan daerah.
Mahakarya Indonesia Digital Network
Selain itu, demi mendukung program pemerintah, Telkom melahirkan mahakarya Indonesia Digital Network, sebuah visi pengembangan infrastruktur true broadband Telkom secara end to end user serta terobosan konektivitas untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan meningkatan produktivitas nasional. IDN terdiri dari tiga komponen utama, yakni :
ID Ring adalah pengembangan infrastruktur jaringan transport menuju IP-Based and Optical Backbone Network. Inisiatif Id Ring ini dapat dilihat dari kontribusi Telkom pada proyek Palapa Ring dari Pemerintah RI untuk menghubungkan seluruh jaringan backbone berbasis serat optik.
ID Access adalah pengembangan infrastuktur jaringan akses menjadi High Speed Broadband Access melalui jaringan serat optik dan WiFi. Melalui ID Access, Telkom berkomitmen mendukung program pemerintah melalui penyediaan 15 juta akses broadband ke rumah-rumah (homepass) serta satu juta akses WiFi.
ID Convergence adalah pengembangan infrastuktur jaringan service node menuju integrate NGN (Next Generation Network) untuk multi screen dan multi service.
Salah satu bagian dari Mahakarya IDN yang belum lama ini diwujudkan Telkom adalah pembangunan jaringan infrastruktrur backbone berbasis serat optik, Maluku Cable System (MCS). MCS adalah pembangunan jaringan fiber optic dari Manado sampai Papua. Rute yang dilalui adalah Ternate, Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura dan Ternate, Ambon, Fakfak, Timika sepanjang hampir 6000 km kabel laut.
Sebelumnya Telkom telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur backbone fiber optic yang membentang dari Banda Aceh sampai dengan Kupang, masing-masing melingkari (ring) Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Denpasar dan Mataram (JaKa2LaDeMa) serta Mataram-Kupang dengan nama proyek Mataram-Kupang Cable System (MKCS).
Telkom berkomitmen membangun jaringan backbone serat optik maupun IP(Internet Protocol) dengan menggelar 30 node terra router dan sekitar 75.000 kilometer kabel serat optik.
Mahakarya International Expansion
Telkom telah mendeklarasikan diri menjadi pemain utama dalam industri Telecommunication, Informations, Media, Edutainment & Services (TIMES) di tingkat regional. Hingga saat ini, Telkom telah melakukan ekspansi bisnis dan beroperasi di 4 negara, yaitu Singapura, Hong Kong, Timor Leste dan Australia.
Dalam melaksanakan international expansion, Telkom menerapkan dua strategi bisnis yaitu business follow the people dan business follow the money. Untuk business follow the people, Telkom melihat negara dimana potensi masyarakat Indonesia berada. Telkom melihat potensi 200 ribu orang Indonesia yang menetap di Hong Kong sehingga diyakini Telkom mampu memberikan produk dan layanan di sana.
Sementara dengan strategi business follow the money, Telkom melihat negara dari potensi bisnis yang dapat dikembangkan Telkom di negara tersebut. Telkom menerapkan strategi ini di Australia sebagai salah satu negara yang memiliki gross domestic product tertinggi di dunia. Di Australia, Telkom masuk dan mengembangkan bisnis services melalui Business Process Outsourcing (BPO) yang potensial. Strategi ini juga diterapkan Telkom ketika ekspansi ke Timor Leste dan Singapura.
Tahun ini, Telkom siap memperluas bisnis di hingga 10 negara melalui anak usahanya Telkom Indonesia International, Pte. Ltd (Telin). Telkom akan segera beroperasi di Myanmar, Malaysia, Taiwan, Macau, Arab Saudi dan Amerika Serikat. Untuk Myanmar, Telkom pada 17 Juli 2013 memperoleh tender mengelola IP-Transit dari pemerintah Myanmar sebesar 2.5 Gps.
Wujudkan Mahakarya Melalui SDM yang Berkarakter
Untuk mewujudkan mahakarya tersebut, Telkom harus memiliki sumber daya yang mumpuni. Untuk itulah, Telkom melahirkan inisiatif Telkom Corporate University (CorpU) pada 28 September 2013.
Telkom menyadari bahwa sumber daya manusia merupakan aspek yang pertama dan utama bagi sebuah perusahaan. CorpU dengan tagline “from competence to commerce”, merupakan salah satu wahana menuju center of excellence, yang mempunyai tiga fungsi utama yakni sebagai center of chiefship (great leader), center of competence (great people) dan center of certification (global standard). Telkom telah meluncurkan Global Talent Program (GTP) dimana para talent Telkom mendapatkan international exposure & international experience sehingga bisa memahami perilaku bisnis internasional.
Melihat perkembangan ini, maka melalui Global Talent Program (GTP) 2013 Telkom menargetkan dapat mencetak 1.000 karyawan yang memiliki kualifikasi global. Telkom menerapkan percepatan pencetakan karyawan yang bersertifikasi global karena bisnis Telkom Group di masa depan lebih diarahkan untuk menjalankan dan menggali potensi-potensi bisnis di dunia.
Pada semester I tahun 2013, Telkom CorpU telah mencetak sebanyak 513 Global Talent dari Target 1.000 Global Talent pada tahun 2013. Disamping itu CorpU juga telah menghasilkan 696 International Certification dari target 1.250 pada tahun 2013.
Telkom akan semakin fokus mengembangkan bisnis-bisnis baru, tidak hanya di dalam negeri tetapi yang terutama mengembangkan bisnis internasional, sejalan dengan instruksi Menteri Negara BUMN, agar Telkom dapat menjadi Empire of The Region



No comments:
Post a Comment