Tahun depan, Qualcomm akan mulai bersaing secara
langsung dengan MediaTek di segmen smartphone murah. Produsen chip
prosesor mobile terbesar dunia itu pun bakal menargetkan Cina sebagai
salah satu pasar utamanya di tahun depan.
Pada kuartal ini, Qualcomm menunjukkan dirinya sebagai produsen chip
smartphone terbesar dunia. Mereka pun berhasil memperoleh mendapatan
sebesar 6.48 miliar USD, meningkat sebesar 33 persen dibanding tahun
lalu. Dengan tingginya pendapatan tersebut, Qualcomm pun mampu
memperoleh keuntungan brsih sebesar 1.5 miliar USD, naik 18 persen
dibanding tahun 2012.
Analis Williams Financial, Cody Acree mengatakan bahwa dengan bermain
di segmen menengah ke bawah, tentunya royalti yang diperoleh Qualcomm
tak akan sebesar pada smartphone high end. Namun Cody mengatakan bahwa
segmen menengah ke bawah memiliki dampak yang sangat tinggi, terutama di
pasar negara berkembang.
Sebelumnya, Qualcomm juga mengungkapkan bahwa mereka tertarik untuk
membeli beberapa aset milik BlackBerry. CEO Qualcomm, Paul Jacobs
mengatakan bahwa mereka ingin fokus pada kesempatan untuk mengembangkan
diri secara cepat. Salah satunya adalah dengan membeli aset BlackBerry.
Sayangnya, langkah Qualcomm tersebut tak bisa dilanjutkan karena kondisi
finansial BlackBerry yang membaik usai kedatangan Fairfax Financial.



No comments:
Post a Comment